Perjalanan dari pusat kota Tanjung Redeb menuju kawasan pesisir seperti Sambaliung dan Biduk-Biduk kini menjadi sorotan utama warga. Kerusakan jalan di beberapa titik tidak hanya memperlambat mobilitas barang, tetapi juga mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Titik Rawan Kerusakan di Jalur Utama
Berdasarkan pantauan langsung di sepanjang rute utama, terdapat setidaknya empat titik amblas yang memprihatinkan. Kondisi tanah yang labil ditambah tingginya curah hujan mingguan memperparah retakan di bahu jalan.
Pengemudi angkutan muatan lokal mengaku harus menurunkan kecepatan hingga separator darurat yang dipasang warga sekitar. Tanpa perbaikan permanen, jalur distribusi pangan antar-kecamatan berisiko terputus total.
Tuntutan Warga dan Janji Perbaikan
Masyarakat setempat mendesak dinas terkait untuk segera melakukan pengerjaan betonisasi ketimbang sekadar penambalan aspal sementara. Penambalan cepat dinilai hanya bertahan hitungan pekan sebelum tergerus air hujan.
Transparansi jadwal perbaikan dan alokasi anggaran daerah menjadi kunci agar ketidakpastian ini tidak terus merugikan ekonomi warga pesisir.

